Sritex Resmi Tutup Perjalanan Kasus yang Menjerat Raksasa Tekstil

sritex resmi tutup

Sritex Resmi Tutup: Kronologi Runtuhnya Raksasa Tekstil

jigolokayitolun.xyz – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex resmi tutup) setelah keputusan dalam rapat kreditur kepailitan pada 28 Februari 2025 yang menyatakan tidak ada keberlanjutan usaha. Sebanyak 8.400 karyawan kehilangan pekerjaan mulai 1 Maret 2025. Keputusan ini mengakhiri perjalanan 59 tahun Sritex, yang pernah menjadi salah satu raksasa tekstil terbesar di Indonesia.

Penyebab Sritex Terjerat Masalah Keuangan

Sejak 2022, Sritex mulai mengalami kemunduran akibat gugatan dari salah satu krediturnya, CV Prima Karya, yang mengajukan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Situasi semakin memburuk setelah Sritex gagal memenuhi kewajibannya kepada sejumlah kreditur besar.

Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Semarang, Haruno Patriadi, menyatakan bahwa Sritex tidak memiliki dana cukup untuk melunasi utang. Oleh karena itu, keputusan pailit tidak dapat dihindari.

“Tidak mungkin dijalankan going concern dengan kondisi yang telah dipaparkan oleh kurator maupun debitur pailit.”Haruno Patriadi

Dampak Penutupan Sritex bagi Karyawan

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Sukoharjo mengonfirmasi PHK massal terhadap karyawan Sritex.

“Intinya PHK dan telah diputuskan sejak 26 Februari.”Sumarno, Kepala Disperinaker Sukoharjo

Karyawan masih bekerja hingga 28 Februari, sebelum akhirnya diberhentikan per 1 Maret 2025.

Riwayat Kejayaan Sritex Sebelum Bangkrut

  • Berdiri sejak 1966, Sritex menjadi pemimpin industri tekstil Indonesia.
  • Selamat dari Krisis Moneter 1998 dan tetap menjadi produsen tekstil utama.
  • Memiliki klien global, termasuk kontrak dengan militer berbagai negara.
  • Sukses go public (IPO) pada 2013, mencatatkan sahamnya di BEI.

Namun, utang yang menumpuk hingga Rp26 triliun serta berbagai faktor internal dan eksternal membuat Sritex sulit bertahan.

Kronologi Kepailitan Sritex

sritex resmi tutup
Pabrik Sritex (Bloomberg via Getty Images/Bloomberg)

1. Gugatan PKPU (Januari 2022 – Mei 2021)

  • CV Prima Karya mengajukan PKPU karena Sritex gagal membayar utang.
  • Pengadilan Niaga Semarang menerima permohonan PKPU pada 12 Mei 2021.
  • Sritex setuju melakukan restrukturisasi utang senilai US$ 344 juta dalam bentuk Unsecured Term Loan selama 12 tahun.

2. Restrukturisasi Gagal (2024)

  • Pada Juni 2024, rumor kebangkrutan merebak.
  • Direktur Keuangan Sritex Welly Salam membantah, menyatakan perusahaan masih beroperasi.
  • Namun, pada akhir 2024, kreditur kembali menggugat Sritex atas kegagalan pembayaran utang.

3. Putusan Pailit & Penolakan Kasasi oleh MA (Desember 2024 – Februari 2025)

  • 23 Oktober 2024: Pengadilan Niaga Semarang mengabulkan permohonan kreditur untuk membatalkan rencana damai PKPU.
  • 18 Desember 2024: Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Sritex.
  • 1 Februari 2025: Kurator mencatat utang Sritex mencapai Rp29,8 triliun dengan 465 kreditur.

Faktor Penyebab Kebangkrutan Sritex

  1. Internal
    • Dampak pandemi yang menurunkan daya beli masyarakat.
    • Ketergantungan pada bahan baku impor.
    • Kesalahan manajemen dalam pengelolaan utang dan ekspansi bisnis.
  2. Eksternal
    • Krisis ekonomi global dan perang dagang yang memengaruhi permintaan tekstil.
    • Serbuan produk impor dari China, yang lebih murah dan kompetitif.
    • Regulasi pemerintah yang kurang mendukung industri tekstil lokal.

Konsekuensi Jangka Panjang bagi Industri Tekstil Indonesia

Penutupan Sritex menjadi peringatan bagi industri tekstil nasional:

  • Ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian.
  • Kepercayaan investor menurun terhadap sektor tekstil di Indonesia.
  • Ketergantungan impor meningkat, memperlemah industri lokal.

Menurut Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto:

“Persaingan global dan regulasi perdagangan sangat memengaruhi industri. Jika pemerintah tidak mendukung, industri tekstil Indonesia bisa makin melemah.”

Akhir Perjalanan Raksasa Tekstil

sritex resmi tutup
Produk PT Sritex. (Foto: Dok. Laman PT Sritex)

Sritex resmi tutup, mengakhiri puluhan tahun kejayaannya di industri tekstil. Keputusan ini disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal yang tak bisa diatasi, meskipun upaya restrukturisasi telah dilakukan.

Ke depannya, pemerintah dan pelaku industri perlu mengambil pelajaran dari kegagalan Sritex, terutama dalam pengelolaan keuangan, strategi bisnis, dan daya saing global. Sementara itu, ribuan mantan pekerja Sritex kini menghadapi ketidakpastian masa depan. #Sritex Resmi Tutup

Apakah kebangkrutan ini akan menjadi tanda kemunduran industri tekstil Indonesia, atau justru menjadi titik awal kebangkitan baru? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Baca Juga :

Ikuti terus perkembangan terbaru hanya di jigolokayitolun.xyz