Hizbullah, Hamas, dan Houthi Datang ke Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Dunia Soroti Ini

image

Ringkasan Cepat:

  • Delegasi Hizbullah, Hamas, Houthi, dan Jihad Islam hadir dalam upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Tehran, Sabtu (4/7/2026).
  • Khamenei tewas bersama sejumlah anggota keluarganya dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026, awal perang AS-Israel-Iran.
  • Kehadiran kelompok “poros perlawanan” ini menegaskan Iran masih mempertahankan jaringan sekutunya di kawasan meski baru saja melalui perang panjang.

Tehran, 06 Juli 2026 — Delegasi Hizbullah, Hamas, Houthi, dan Jihad Islam Palestina menghadiri rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di kompleks Grand Mosalla, Tehran, pada Sabtu (4/7/2026), sekaligus menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Mengapa Ini Penting?

Hizbullah, Hamas, dan Houthi Datang ke Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Dunia Soroti Ini

Kehadiran kelompok-kelompok yang selama ini disokong Iran ini penting karena menjadi penanda bahwa jaringan “poros perlawanan” Teheran tetap solid meski negara itu baru saja melewati perang besar. Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, tewas pada usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarga dan pejabat senior dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, hari pertama pecahnya perang AS-Israel-Iran. Pemakaman sempat tertunda selama hampir empat bulan sebelum akhirnya digelar 4–9 Juli 2026 di Tehran, Qom, dan Mashhad. Menurut laporan Al Jazeera, perwakilan dari lebih dari 100 negara dijadwalkan hadir dalam upacara ini.

Delegasi Hizbullah ke Tehran dipimpin pejabat senior sekaligus mantan menteri Lebanon, Mohammed Fneish, didampingi keluarga anggota yang tewas dan terluka dalam konflik. Sementara delegasi Hamas dipimpin Ketua Biro Politik Mohammed Darwish bersama sejumlah anggota biro lainnya, termasuk Bassem Naim.

“Iran secara serius mengupayakan tuntutan pengakhiran perang di Lebanon.” — Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, 4 Juli 2026

Reaksi dan Dampak

Hizbullah, Hamas, dan Houthi Datang ke Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Dunia Soroti Ini

Selain Hizbullah dan Hamas, pemimpin Jihad Islam Palestina Ziyad al-Nakhalah serta pejabat senior Houthi Dhaif Allah al-Shami turut hadir dalam rangkaian acara di Tehran, menurut laporan televisi pemerintah Iran. Kehadiran mereka berlangsung di tengah suasana duka nasional yang diwarnai seruan-seruan keras dari massa pengunjuk rasa.

“Kami pasti akan membalas darahnya.” — Arash Rahimi, salah satu pelayat di Tehran, 4 Juli 2026

Di sisi lain, prosesi ini juga menyimpan ironi politik: Mojtaba Khamenei, putra mendiang yang kini menjabat Pemimpin Tertinggi baru Iran, dilaporkan tidak tampil dalam pemakaman ayahnya karena alasan keamanan, mengingat ia turut terluka dalam serangan yang sama. Pengamanan super ketat digelar mengingat besarnya risiko keamanan bila jutaan pelayat dan sejumlah pejabat asing berkumpul di satu lokasi.

Kronologi Peristiwa

Hizbullah, Hamas, dan Houthi Datang ke Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Dunia Soroti Ini
WaktuKejadian
28 Februari 2026Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Tehran
3 Juli 2026Delegasi asing, termasuk Rusia dan Pakistan, melayat lebih dulu di Tehran
4 Juli 2026Upacara publik dimulai di Grand Mosalla; delegasi Hizbullah, Hamas, Houthi, dan Jihad Islam hadir
5–6 Juli 2026Prosesi berlanjut menuju Qom sebagai bagian dari rangkaian tujuh hari pemakaman
9 Juli 2026 (rencana)Pemakaman akhir di Mashhad, kota kelahiran Khamenei, dekat Makam Imam Reza

Apa Selanjutnya?

Hizbullah, Hamas, dan Houthi Datang ke Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Dunia Soroti Ini

Setelah prosesi di Tehran dan Qom rampung, jenazah dijadwalkan dibawa ke Najaf dan Karbala di Irak sebelum kembali ke Iran untuk pemakaman terakhir di Mashhad. Analis Ali Vaez dari International Crisis Group menilai periode pascapemakaman ini akan menjadi masa penuh ketidakpastian bagi Republik Islam, mengingat kekosongan kepemimpinan riil sang penerus yang belum pernah tampil di publik sejak Maret 2026. Iran sendiri telah memperingatkan AS dan Israel agar tidak melancarkan serangan selama masa berkabung berlangsung.

Ketegangan kawasan yang melatari peristiwa ini sejalan dengan rangkaian perkembangan yang sempat diulas redaksi, mulai dari negosiasi maraton 21 jam antara Iran dan Amerika Serikat hingga saat Trump menolak proposal Iran di tengah risiko perang. Isu keterlibatan Hizbullah dalam konflik ini juga pernah dibahas ketika puluhan amunisi Hizbullah dilaporkan menembus wilayah Israel, sementara dampak militer dari perang turut tergambar dalam laporan soal AWACS AS yang hancur dan dampaknya terhadap Iran. Fokus geopolitik AS sendiri belakangan mulai bergeser, seperti terlihat dari sorotan Trump yang mengalihkan perhatian ke Korea Utara usai damai dengan Iran.

Pertanyaan Umum

Kapan Khamenei meninggal?

Ayatollah Ali Khamenei tewas pada 28 Februari 2026 dalam serangan udara gabungan AS-Israel di kediamannya di Tehran, bersamaan dengan pecahnya perang AS-Israel-Iran.

Siapa saja yang hadir mewakili Hizbullah dan Hamas di pemakaman?

Delegasi Hizbullah dipimpin Mohammed Fneish, sedangkan delegasi Hamas dipimpin Mohammed Darwish bersama Bassem Naim. Keduanya bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Tehran.

Mengapa Mojtaba Khamenei tidak hadir di pemakaman ayahnya?

Menurut sejumlah laporan, Mojtaba yang kini menjabat Pemimpin Tertinggi Iran absen karena pertimbangan keamanan, sebab ia turut terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Di mana Khamenei akan dimakamkan?

Rencananya jenazah Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya, dekat kompleks Makam Imam Reza, setelah prosesi berlanjut ke Qom, Najaf, dan Karbala.


Artikel ini disusun oleh Redaksi jigolokayitolun.xyz berdasarkan laporan media internasional dan lokal yang terverifikasi.