Kehadiran Bahlil Lahadalia di HUT Gerindra Menuai Sorakan, Ini Sebabnya

Bahlil Lahadalia

Sorakan Kader Gerindra untuk Bahlil di Acara HUT ke-17

jigolokayitolun.xyz – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi sorotan dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (15/2/2025).

Dalam pantauan di lokasi, para kader Partai Gerindra menyoraki Bahlil dua kali ketika namanya disebut dalam pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Awalnya, Muzani memberikan laporan kegiatan dan menyapa satu per satu tamu penting yang hadir. Namun, saat nama Bahlil Lahadalia disebut, sorakan “huuuuu” terdengar dari para kader yang memenuhi arena acara.

Hal serupa terjadi saat Prabowo Subianto menyapa Bahlil dalam pidatonya. “Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia,” ujar Prabowo yang kembali disambut dengan sorakan dari kadernya.

Menanggapi reaksi tersebut, Bahlil hanya tersenyum tanpa memberikan tanggapan lebih lanjut.

Sementara itu, Prabowo melanjutkan dengan menyapa beberapa tokoh lain yang hadir, termasuk Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal dan perwakilan Ketua Umum PDI-P Olly Dondokambey, yang justru mendapat sambutan meriah dari kader Gerindra.

Kontroversi Kebijakan Gas Elpiji 3 Kg

Salah satu alasan mengapa Bahlil Lahadalia menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah kebijakan kontroversial terkait gas elpiji 3 kg yang sempat menuai polemik di masyarakat.

Kementerian ESDM awalnya mengeluarkan kebijakan yang melarang pengecer menjual elpiji 3 kg mulai 1 Februari 2025. Akibat kebijakan ini, masyarakat hanya bisa membeli gas melon di pangkalan resmi Pertamina dengan harga eceran tertinggi (HET).

Kebijakan ini langsung berdampak besar, menyebabkan kelangkaan gas elpiji 3 kg di berbagai daerah. Banyak warga yang mengantre panjang di SPBU Fatmawati, Jakarta Selatan, serta beberapa lokasi lainnya untuk mendapatkan gas bersubsidi.

“Saya baru datang tadi, katanya buka jam 09.00 WIB. Saya tak pernah gini, setahu saya jam segitu susah. Jadi, saya datang lebih pagi,” kata Kasmayanti, salah satu warga yang mengantre di SPBU Fatmawati pada Senin, 3 Februari 2025, dikutip dari ANTARA.

Dampak dari kebijakan ini memicu keresahan luas di masyarakat, dengan antrean panjang dan harga gas yang melonjak di beberapa daerah.

Pemerintah Akhirnya Mencabut Larangan Pengecer

Setelah kebijakan ini menimbulkan gejolak di masyarakat, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mencabut larangan pengecer menjual elpiji 3 kg.

Mulai hari ini, pengecer diizinkan kembali menjual gas elpiji untuk menghindari kesulitan akses bagi masyarakat.

“Hari ini para pengecer bisa kembali berjualan agar tidak terjadi kesulitan akses elpiji di masyarakat. Bersamaan dengan itu, para pengecer diminta mendaftarkan diri di aplikasi MAP agar terdaftar sebagai subpangkalan resmi,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan, saat dikonfirmasi.

Kebijakan ini diambil setelah Prabowo Subianto meminta Bahlil untuk segera menyelesaikan masalah distribusi elpiji, yang sebelumnya menyebabkan krisis bagi masyarakat pengguna gas melon.

Reaksi Publik dan Pengamat

Beberapa pengamat energi dan kebijakan publik menilai bahwa kebijakan awal Kementerian ESDM kurang dipersiapkan dengan baik.

Menurut Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, pembatasan distribusi gas subsidi memang bertujuan agar lebih tepat sasaran, tetapi eksekusinya seharusnya dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

“Kebijakan ini mungkin memiliki niat baik, tetapi implementasi yang mendadak tanpa solusi transisi menyebabkan dampak sosial yang luas,” kata Komaidi.

Sementara itu, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menekankan bahwa pemerintah seharusnya melakukan evaluasi mendalam sebelum menerapkan larangan pengecer.

“Seharusnya ada mekanisme bertahap yang melibatkan sosialisasi dan alternatif distribusi yang jelas. Jika tidak, dampaknya justru menyulitkan masyarakat,” ujar Fahmy.

Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia – Ketua Umum Partai Golkar

Bahlil dan Posisi di Pemerintahan Prabowo

Meski kebijakan gas elpiji 3 kg menjadi kontroversi, hubungan Bahlil Lahadalia dengan Prabowo Subianto disebut tetap berjalan baik. Prabowo tetap mendukung upaya Bahlil dalam membenahi sektor energi, meskipun ada beberapa kebijakan yang harus diperbaiki.

Namun, momentum sorakan dari kader Gerindra terhadap Bahlil di HUT ke-17 Partai Gerindra menjadi sinyal bahwa beberapa kebijakan yang diambil kementeriannya masih mendapat penolakan dari sebagian elemen politik.

Kehadiran Bahlil Lahadalia di acara HUT Gerindra mendapat sorotan tajam akibat kebijakan kontroversial mengenai gas elpiji 3 kg. Sorakan dari kader Gerindra menunjukkan adanya kekecewaan yang masih terasa di akar rumput partai.

Namun, setelah kebijakan tersebut diperbaiki dan pengecer kembali diizinkan berjualan, situasi diharapkan dapat segera normal kembali.

Meski demikian, kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah bahwa kebijakan yang berdampak luas harus dikaji dengan cermat sebelum diterapkan, guna menghindari keresahan di masyarakat.

Baca Juga :

Ikuti terus perkembangan terbaru hanya di jigolokayitolun.xyz