Ringkasan Cepat:
- Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Komisi III DPR menyetujuinya secara aklamasi, lalu Rapat Paripurna DPR mengesahkannya pada hari yang sama.
- Suyudi, mantan Kepala BNN, mengusung gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” dan menyebut kritik publik sebagai peringatan dini.
Jakarta, 01 Oktober 2026 — Suyudi Ario Seto resmi dilantik jadi Kapolri, gantikan Listyo Sigit Prabowo, setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil sumpah jabatannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) siang. Pelantikan digelar beberapa jam setelah Rapat Paripurna DPR RI menyetujui pencalonannya atas usulan Presiden yang diajukan sehari sebelumnya.
Mengapa Pergantian Kapolri Ini Penting?

Pergantian ini terjadi jauh sebelum akhir masa jabatan. Menurut Suara.com, jabatan Listyo Sigit tidak harus menunggu 5 Mei 2029. Presiden dapat mengusulkan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri, lalu DPR memberi persetujuan.
Listyo memegang jabatan itu sejak Januari 2021, ketika menggantikan Idham Azis. Suyudi maju sebagai calon tunggal. Ketua DPR Puan Maharani menyebut tahapan pencalonannya berjalan lancar, dari uji kelayakan sampai paripurna. Ia mengumumkan jadwal pelantikan di ruang sidang.
“Insya Allah, setelah zuhur, calon kapolri akan segera dilantik oleh bapak presiden.”
— Puan Maharani, Ketua DPR RI, Kamis (1/10/2026)
Dari Surat Presiden hingga Paripurna DPR

Prosesnya berjalan cepat. Surat Presiden berisi usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri tertanggal 30 September 2026. Pada hari itu juga, Badan Musyawarah DPR menugaskan Komisi III menggelar uji kelayakan dan kepatutan.
Uji kelayakan berlangsung Kamis pagi. Ketua Komisi III Habiburokhman menyatakan komisinya menyetujui Suyudi secara aklamasi dan menyetujui pemberhentian Listyo. Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 kemudian mengesahkannya di Gedung Nusantara II, kompleks parlemen Senayan, di bawah pimpinan Puan.
Menurut detikNews, Puan meminta persetujuan forum dan forum menyetujuinya. Berkas persetujuan langsung dikirim ke Istana agar tidak ada kekosongan kepemimpinan di Polri.
Pelantikan di Istana Negara

Presiden Prabowo melantik Suyudi di Istana Negara pada Kamis siang, menurut laporan Surabaya Inside. Sumpah jabatan diucapkan langsung di hadapan Kepala Negara. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi rencana tersebut.
“Rencana demikian calon kapolri baru akan dilantik oleh bapak Presiden siang hari ini nanti.”
— Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara
Kompas.com melaporkan pelantikan para pejabat baru di Istana dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Pergantian Kapolri ini bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih hari itu. Daftar lengkap pejabat lain belum dikonfirmasi pada saat artikel ini ditulis.
Siapa Suyudi Ario Seto dan Apa Agendanya?

Sebelum ditunjuk, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) berpangkat komisaris jenderal, menurut profil yang dikutip detik.com. Dalam uji kelayakan di Komisi III, ia menyampaikan beberapa pokok gagasan:
- Ia menyebut kritik publik sebagai peringatan dini bagi Polri untuk berbenah, menurut Media Indonesia.
- Ia menegaskan rekrutmen polisi tidak boleh ada titipan, menurut Kompas.com.
- Ia mengusung gerakan “Polisi Bersama Masyarakat”, menurut Republika.
- Ia menyatakan polisi akan melindungi aksi damai dan menindak kekerasan berbasis bukti, menurut Sumbawanews.
Semua pernyataan itu masih berupa komitmen. Belum ada kebijakan konkret yang bisa dinilai pada hari pertama.
Ujian Pertama di Lapangan
Analisis redaksi. Beberapa isu yang sudah kami liput menunjukkan medan kerja Kapolri baru.
Pertama, penanganan unjuk rasa. Polda Metro Jaya menetapkan 49 orang sebagai tersangka kerusuhan demo DPR 27 Agustus 2026, lima di antaranya anak. Proses hukumnya masih berjalan. Janji melindungi aksi damai akan diuji di kasus semacam ini.
Kedua, keamanan jalanan. Kepolisian sempat membentuk tim pemburu begal pada Mei 2026 untuk menekan kejahatan jalanan.
Ketiga, hubungan polisi dan publik. Listyo Sigit pernah menanggapi permintaan maaf band Sukatani. Cara Polri merespons kritik di ruang publik tetap menjadi sorotan, dan Suyudi sendiri menyebut kritik sebagai peringatan dini.
Di sisi penegakan hukum lain, KPK baru-baru ini menahan Fahd A Rafiq dalam kasus suap HGB Bogor. Itu menjadi pengingat bahwa kerja sama antarlembaga ikut menentukan kepercayaan publik.
Kronologi Peristiwa
| Waktu | Kejadian | Sumber |
| Rabu, 30/9/2026 | Surat Presiden diajukan; Bamus menugaskan Komisi III menggelar uji kelayakan | Suara.com, ReqNews |
| Kamis, 1/10/2026 pagi | Komisi III menguji Suyudi dan menyetujuinya secara aklamasi | Media Indonesia, Liputan6 |
| Kamis, 1/10/2026 siang | Rapat Paripurna DPR mengesahkan pengangkatan Suyudi dan pemberhentian Listyo | detikNews, Republika |
| Kamis, 1/10/2026 siang | Prabowo melantik Suyudi di Istana Negara | Surabaya Inside, Kompas.com |
Apa Selanjutnya?
Hal yang patut dipantau berikutnya: susunan pejabat utama Polri di bawah Suyudi, langkah awal soal rekrutmen, dan sikap Polri terhadap unjuk rasa. Republika melaporkan Puan juga menanggapi spekulasi posisi baru Listyo Sigit di kabinet. Kami belum menemukan konfirmasi resmi soal itu.
Artikel ini akan diperbarui seiring perkembangan.
Artikel ini ditulis oleh Mason Perkins, jurnalis di Jigoloka.
